Spare Optimization System (SOS)
Pada pokok bahasan kali ini saya mencoba untuk menposting suatu pemahaman dan
kita akan memulai memahami pentingnya pengelolaan spare part serta kebijakan
kebijakan yang di ambil dalam kaitnya dengan kegiatan procurement untuk
pemenuhan kegiatan perawatan, meliputi :.
1. Definisi SOS
2. SOS Output
3. SOS Goal
1. Mengenal dan Pendefinisian SOS
Spare Optimization System (SOS) awalnya dikembangkan oleh
dan untuk kepentingan sendiri oleh BHP Australia.
SOS merupakan software yang diperuntukkan dan
mengoptimalkan “stock holding level” sukucadang. SOS menilai tingkat kekritisan
sukucadang baik dari sisi maintenance engineering maupun dari sisi aplikasinya.
Kekritisan sukucadang terhadap overall business
kemudian digunakan sebagai kriteria utama untuk menetapkan level minimum stock yang aman.
Pertimbangan ekonomi digunakan untuk merekomendasikan level maksimum.
Analisa SOS bekerja setelah mendapat input data dari
Assessor terkait suku cadang yang dianalisa termasuk pilihan alternatif jawaban
atas serangkaian pertanyaan dari SOS. Informasi yang diperoleh dari assessor
oleh SOS kemudian secara matematika dinilai dan digunakan untuk menentukan
“max/min levels”.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut antara lain : kekritisan,
pola kegagalan, history, pemakaian, biaya, resiko, probability, lead time,
common parts, duty, predictability, downtime, dimana digunakan, sumbernya,
alternatif sumber, rencana pemakaian dan faktor lainnya.
2. SOS Output
Output dari kegiatan analisa SOS adalah sebagai berikut :
- Suggested Maxd/Min STock Level, Recomended Repair Quantity, Re-order Point, Order Quantity, Safety Stock dan Stock Policy.
- Spare Criticality, menentukan tingkat kekritisan dengan melakukan assesment terhadap spare part yang kita analisa sesuai kebutuhan dan urgensinya.
- Cost/Risk Graph, kesimpulan dari hasil analisa kebutuhan spare part dan kegiatan perawatan suatu equipment
3.SOS Goal
Tujuan akhir dari proses diskusi analisa SOS adalah :
- Mengoptimalkan persediaan suku cadang, tidak melakukan pembelian dan penyimpanan suku cadang berlebihan.
- Mengurangi konflik anatar User dengan bagian Perencanaan Pengadaan (Spare Control) maupun bagian Pembelian (Puchasing).
- Memberikan suatu mekanisme untuk membantu pembuatan keputusan dalam menetapkan kebijakan persediaan suku cadang pabrik yang kritikal di logistik.
- Menyediakan suku cadang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan
Reference : Guide SOS 95
Analysis, Strategic Corp.


